KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » » Fiqih Jihad: Empat Tahapan Membebaskan Mujahidin yang Ditawan

Fiqih Jihad: Empat Tahapan Membebaskan Mujahidin yang Ditawan

Waikabubak Sumba

Fiqih Jihad: Empat Tahapan Membebaskan Mujahidin yang Ditawan




Segala puji bagi Allah yang telah berfirman :

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

“Dan jika meminta tolong kepada kalian karena alasan agama, maka kalian wajib menolong…” (Q.S. Al-Anfal: 72)

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasul-Nya yang mulia, pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, begitu juga atas keluarga dan para sahabat beliau. Amma ba’du.

Maafkanlah diriku wahai para kekasih Allah yaitu para mujahidin yang berada dalam tahanan. Aku berdo’a agar Allah tidak hanya menjadikan tulisan ini sebagai bagian dari upaya pertolongan dari kami semata, bahkan saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala membantu kami dalam upaya menolong saudara-saudara dan orang-orang pilihan kami -serta kami tidak menganggap mereka suci di hadapan Allah- dengan  membebaskan mereka dari tahanan, dan kami memohon kepada Allah agar menyegerakan hal itu bagi mereka.

Sahabat-sahabatku yang kucintai karena Allah, sesungguhnya da’wah kepada tauhid dan jihad berjalan melalui tahapan-tahapannya yang agung, semenjak berdirinya jamaah pertama di bawah kepemimpinan hamba Allah yang terbaik, yaitu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Intinya, dalam kesempatan ini kami ingin memaparkan beberapa gambaran posisi tahanan dalam tahapan-tahapan tersebut. Hak tawanan atas umat Islam dan kewajiban-kewajiban orang yang ditawan. Kami memohon agar Allah yang Maha Agung meluruskan perkataan kami, meneguhkan hujjah, dan mengobati sakit hati orang-orang yang beriman karenanya.

Jamaah pertama yang berada di bawah kepemimpinan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengenyam semua beban dien dan dakwah berupa pemberian bantuan, pengerahan segenap kemampuan dan pengorbanan para ksatrianya yang dihadapkan antara menjadi tawanan atau gugur dalam peperangan.

Kondisi kita juga hari ini seperti itu, para mujahidin di jalan Allah-lah yang telah mengemban tugas-tugas jihad untuk mengusir musuh yang menyerang, menegakkan syari’at umat Islam dan melalui tahapan-tahapan penawanan serta ujian, juga kekurangan harta benda dan personal.

Walau bagaimanapun, itulah tahapan-tahapan yang harus dilalui, karena jihad pada hari ini bukan hanya melawan satu negara atau satu bangsa, tetapi ini adalah perang melawan blok yang terdiri dari bangsa-bangsa kafir dan antek-anteknya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الْأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنْ تَكُونُونَ غُثَاءً كَغُثَاءِ السَّيْلِ يَنْتَزِعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ قَالَ قُلْنَا وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ. رواه الإمام أحمد، وقال شعيب الأرنؤوط: إسناده حسن

“Hampir tiba masanya, dimana semua bangsa akan mengepung kalian sebagaimana orang-orang mengerumuni  hidangan di atas meja makan.” Ada yang bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah karena pada waktu itu jumlah kami sedikit ?” Beliau menjawab : “Pada hari itu  jumlah kalian adalah banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan.

Allah mencabut rasa gentar di hati musuh-musuh kalian dan menimpakan penyakit Wahn ke dalam hati kalian.” Ada yang bertanya: “Apakah penyakit Wahn tersebut ?” Beliau menjawab: “Wahn adalah cinta kehidupan dan takut mati.” (HR. Imam Ahmad dan Syu’aib Al Arnauthi berkata: “sanadnya hasan.”)

Dan secara organisasi dan jamaah, kita masih sama dengan apa yang telah disabdakan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

قال عنها الرسول صلى الله عليه وسلم: " لا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى تَأْتِيَهُمْ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ " رواه مسلم

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atasperintah Allah, mereka akan keras terhadap musuh mereka, tidak akan mampu membahayakan mereka orang yang menyelisihi mereka, dan mereka akan tetap seperti itu hingga datang hari kiamat.” HR. Muslim.

Petaka dan penderitaan yang menimpa kita di jalan dakwah dan jihad adalah konsekwensi yang mesti dijalani sebagai sarana agar sampai pada tujuan kita yang paling agung yaitu supaya agama ini seluruhnya hanya milik Allah.


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam