KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » , , » Pengertian dan Ciri Kehidupan Zaman Jahiliah di Masyarakat Arab

Pengertian dan Ciri Kehidupan Zaman Jahiliah di Masyarakat Arab

rahmad noer


Pengertian jahiliah

Pengertian jahilliah yaitu bodoh atau sesat. Zaman jahiliah ini sering disebut juga zaman kegelapan ditandai dengan hal-hal berikut :
1.     Tidak adanya kesejahteraan hidup masyarakatnya.
2.     Masyarakat tidak memiliki nabi atau panutan yang baik dan tidak memiliki kitab suci yang digunakan sebagai petunjuk kehidupan.
3.     Tidak memiliki peradaban.
4.     Tidak berakhlak, sombong dan angkuh.
5.     Tidak dapat membaca dan menulis.
Zaman jahiliah berlangsung hingga tahun  610 masehi, ketika Rasullulah Muhammad S.A.W menerima wahyu yang pertama.

Struktur Kehidupan Masyarakat Arab Jahiliah

Struktur Kehidupan Masyarakat Arab Jahiliah terbagi dalam dua kelompok utama yaitu Badwi dan Hadari. Masyarakat Hadari terbagi dalam lima golongan yaitu :
1.     Bangsawan, yaitu pemerintah dan masyarakat yang ahli dalam perdagangan.
2.     Agama atau pendeta, yaitu ahli sihir dan penyair.
3.     Hamba, yaitu budak.
4.     Wanita.
5.     Rakyat biasa.

Ciri Kehidupan Masyarakat Arab Jahiliah


1.    Berdasarkan Aspek Agama dan Kepercayaan

Terdapat berbagai  agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat di Semenanjung Arab seperti Majusi, Nasrani, Yahudi dan Hanif, Berhala, bahkan ada yang percaya Animisme dan Tahyul. Keberagaman ini terjadi karena terdapat pengaruh asing disamping itu terdapat harapan pada alam sekitar dapat memberi berkah dan mencukupi kebutuhan keseharian.
Kepercayaan Majusi dibawa dan dikembangkan oleh orang-orang dari Persia yang pernah menjajah dan menguasai Bahrain, Oman dan Yaman. Masyarakat Arab didaerah ini memuja api seperti yang dilakukan oleh masyarakat Persia.
Agama Nasrani dibawa dan dikembangkan oleh orang-orang dari Romawi yang menjajah dan menguasai daerah Hirah dan Ghassan dibagian utara semenanjung arab. Mereka memiliki kitab suci, namun ajaran yang disampaikan Nabi Isa A.S telah dirubah menurut pemahaman mereka sendiri. Pusat dari agama ini adalah Najran.
Agama Yahudi dibawa dan dikembangkan oleh Saudagar dari Palestina. Asal penganut agama ini adalah Bani Israeil. Mereka sudah memiliki kitab suci, namun ajaran yang disampaikan Nabi Musa A.S telah dirubah menurut pemahaman orang Yahudi. Mereka menyebarkan kebohongan di masyarakat Arab jika ajaran yang dibawa murni dari Allah S.W.T. Agama Yahudi ini tersebar di Yaman dan Madinah. Selain itu Mayarakat mekkah terlebih dahulu menganut ajaran Hunafa yang di sampaikan Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail, jauh sebelum yahudi dan nasrani.
Penganut ajaran Hanif, Nasrani dan Yahudi masih kalah dominan dari kepercayaan masyarakat mekkah yang menyembah berhala. Kepercayaan ini muncul setelah wafatnya nabi Ismail, disebabkan keyakinan mereka bahwa patung dapat menjadi perantara hubungan dengan Allah. Mereka menciptakan berhala dari kayu dan batu, kemudian diletakkan di sekitar Ka’bah. Masyarakat mekkah menganggap penyembahan berhala merupakan warisan nenek moyang yang harus dipertahankan.
Selain percaya kepada berhala masyarakat mekkah juga percaya dengan Animisme dan Tahayul. Obyek yang terdapat di bumi mereka sembah dengan harapan dan rasa terimakasih atas manfaat yang mereka dapatkan. Mereka juga percaya dengan tukang sihir.

           2.    Berdasarkan Aspek Politik atau Kedaulatan

Struktur politik masyarakat Arab di wilayah bagian utara dan selatan tidak pasti dan tidak stabil. Karena Hirah dan Ghasan di bagian utara dikuasai oleh Romawi dan Yaman yang berada di selatan dikuasai oleh Romawi dan Persia. Masyarakat Arab tidak mampu untuk melawan dan bebas dari penjajahan tersebut.
Masyarakat Arab di mekkah sedikit lebih baik, karena terdapat struktur politik yang jelas. Terdapat penegak hukum (Darul Nadwah) yang dijabat secara turun temurun dari golongan penguasa, selain itu juga terdapat pimpinan yang diberi gelar Syeh. Namun dalam politik tersebut tetap menggandung unsur-unsur jahilliah. Mereka menganut politiik khafillah yang saling menyebarkan pengaruhnya, sehingga dapat menyebabkan perebutan kekuasaan. Sikap diskriminatif, agresif, memuja kekuasaan, pendendam dan ingin menguasai pihak lain semakin memperburuk keadaan.

          3.    Berdasarkan Aspek Ekonomi

Kegiatan perdagangan merupakan aspek penggerak ekonomi utama bagi masyarakat Arab. Hal itu didukung lokasi yang berada di jalur perdagangan besar yaitu antara Syiria dengan Yaman. Namun karena Syiria dijajah Roma dan Yaman di jajah Persia, maka perdagangan arab ikut terkena imbas nya. Para saudagar Arab yang berada di mekkah mencari berbagai cara untuk mengatasi penjajahan itu, mereka mencoba berdagang dengan suku Badwi yang berternak binatang. Namun hal itu sangat sulit karena kebiasaan suku Badwi sering berpindah tempat tinggal.
Mekkah saat dipimpin Abdul Manaf yaitu moyang dari nabi Muhammad, perdagangan menjadi lebih baik. Ia memerintahkan anak-anaknya melaksanakan misi perdagangan ke Syiria, Habsyah dan Persia dengan mebawa rempah, permata, emas, sutera dan sebagainya. Sedangkan Berhala, buah Tamar, kulit binatang dan lainnya dieksport melalui pelabuhan. Dari misi tersebut terwujud dua perjanjian perdagangan dengan raja Bysantium dan Persia. Setelah itu kesepakatan dagang juga dilakukan dengan kafillah di Yaman dan Syam. Setelah disepakati perjanjian tersebut terwujud sebuah sistem perdagangan, saat musim dingin masyarakat Mekkah berdagang ke Yaman dan di musim panas Masyarakat Mekkah berdagang ke Syam.

          4.    Berdasarkan Aspek Sosial

Masyarakat Arab di Mekkah telah memiliki struktur sosial yang tediri dari golongan bangsawan dan hamba. Golongan bangsawan merupakan keturunan bangsawan yang memiliki pertalian darah, sehingga memiliki semangat Assabiyah yang tinggi. Mereka mengangkat seorang yang paling berpengaruh dari golongannya menjadi Syeh sebagai pemimpin kafilahnya. Sedangkan golongan hamba akan menjadi budak atau pekerja yang dapat diperjual belikan.
Semanggat Assabiyyah menjadi sumber utama kejahilliahhan. Perilaku mereka kasar dengan golongan lain, sehingga sering terjadi peperangan yang disebabkan masalah kecil. Peperangan untuk mempopulerkan nama kafillahnya sehingga makin disegani golongan lain. Kelompok yang menderita kekalahan akan menjadi tawanan dan hamba sejati.
Hilangnya akhlak dan perilaku kasar mereka diakibatkan tidak adanya aturan perlindungan hak asasi manusia, inilah penanda kejahilliahan mereka. Gologan para bangsawan menikmati hidup mewah dengan kegiatan judi, pelacuran, hingga pembunuhan. Wanita dipandang rendah dan hina, sehingga bayi perempuan dikubur hidup-hidup untuk menutupi malu.

          5.    Berdasarkan Aspek Ilmu Pengetahuan

Buta aksara adalah tanda utama kejahilliahan. Meskipun dalam perdagangan masyarakat Mekkah tergolong paling maju, namun akibat pertikaian antar kafillah menyebabkan sulitnya menimba ilmu pengetahuan.

Nilai Positif dalam Masyarakat Arab Zaman Jahiliah


Masyarakat Mekkah jahilliah meskipun digambarkan dengan penuh kesesatan dan negatif, namun ada satu sikap positif yaitu menghormati tamu. Selain itu mereka juga sangat loyal dan taat terhadap pemimpinnya.


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam