KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » , , » Piagam Madinah Perjanjian Islam Tertulis Pertama di Dunia

Piagam Madinah Perjanjian Islam Tertulis Pertama di Dunia

rahmad noer

Harian Islam - Piagam madinah menjadi perjanjian secara tertulis pertama di dunia. Perjanjian ini dibuat antara kaum Muhajirin (pendatang) dengan masyarakat Ansor (asli madinah).
Ketika Rasullulah S.A.W datang ke Madinah, disana memiliki dua golongan terbesar penduduk yaitu Arab dan Yahudi. Orang Arab yang beragama islam ada dua suku yaitu Aus dan Khazaraj sebagai penduduk asli Madinah kemudian disebut sebagai kaum Ansar (penolong). Sedangkan orang Arab yang melakukan hijrah dari Mekkah disebut sebagai Muhajirin (pendatang). Sedangkan penduduk Yahudi di Madinah lainnya antara lain Bani Qainuqa, Bani Quraizah dan Bani Nadir.

Latar Belakang Piagam Madinah

1.      Perselisihan diantara kaum Ansar sendiri.

Kaum Ansar (suku Aus dan Khazaraj) sering terjadi perselisihan dari zaman ke zaman.  

2.      Kaum Muhajirin kekurangan.

Akibat dari perjalanan jauh dan usiran secara paksa penduduk Mekkah, maka kaum Muhajirin sangat miskin dan mengalami kekurangan di Madinah.

3.      Kaum Yahudi memusuhi Rasullulah.

Sikap kaum Yahudi yang selalu menebarkan permusuhan dengan menghasut  Rasullulah dan para pengikutnya.

4.      Kaum musyrikin Mekkah ingin menghancurkan Islam.

Berdasarkan berbagai latar belakang diatas untuk menstabilkan keadaan di Madinah, Rasullulah S.A.W berinisiatif membuat sebuah perjanjian dengan seluruh penduduk Mandinah. Perjanjian tersebut diberi nama Sahifah al-Madinah atau Piagam Madinah.

Inti Piagam Madinah

Piagam Madinah berbeda dengan berbagai peraturan pemerintahan sebelumnya, karena peraturan piagam madinah ditulis oleh nabi Muhammad dari harapan rakyat yang ingin hidup tenteram dan sejahtera. Kemudian peraturan harus diterima dan dijalankan oleh masyarakat Madinah. Piagam ini menjadi Undang Undang Tertinggi dan Al Quran sebagai rujukan tatacara menjalankan pemerintahan di Madinah. Tentu, hal ini jauh berbeda dengan The Constitution of Athens yang berisi sejarah evolusi pemerintahan yang berjalan di negara itu.
Piagam Madinah berbeda dari dokumen sebelunnya, seperti Shuking yang di tulis Confucious sebagai buku teks bagi anak-anak raja. Bukan juga seperti Artha Sastra yang digunakan sebagai aturan pemerintahan zaman Candra Gupta Mauriya, hanya sebagai buku teks pelajaran untuk para anak raja saat itu. Namun piagam Madinah langsung mengatur seluruh penduduk yang berada di wilayah Madinah.

Aspek Utama dalam Piagam Madinah

1.      Pengakuan Rasullulah sebagai pemimpin Madinah.

Semua orang yang berada di wilayah Madinah wajib patuh dan hormat kepada Rasullulah sebagai pimpinan. Segala masalah besar yang terjadi antara umat muslim dan umat selain islam harus merujuk pada pemimpin utama (Rasullulah) dalam penyelesaiannya. Namun, para pemimpin kaum tetap memiliki hak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri asal tetap sesuai dengan kepatutan.

2.      Penduduk Madinah harus bersatu.

Seluruh penduduk Madinah harus bersatu tanpa membeda-bedakan dan saling membentengi diri dari pengaruh buruk luar.

3.      Mempertahankan wilayah Madinah.

Seluruh penduduk Madinah harus bersatu-padu, saling bekerjasama dan bertanggung jawab untuk mempertahankan wilayah dari serangan musuh.

4.      Wahyu termasuk tradisi.

Piagam Madinah bersumber dari wahyu yang diterima Rasullulah, sehingga wahyu dijadikan sebagai tradisi untuk menegakkan undang-undang.

5.      Kebebasan menjalankan agama.

Seluruh penduduk Madinah harus saling menghargai kepercayaan masing-masing, sehingga tidak diperbolehkan menganggu dan memaksakan agama tertentu.

6.      Jaminan keselamatan seluruh penduduk.

Seluruh penduduk Madinah terjamin keselamatannya selama mematuhi dan tidak melanggar isi Piagam Madinah tersebut.


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam