KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » , » ALEXANDER PHILOBUS MENEMUKAN HIDAYAH SAAT MENCARI KELEMAHAN ISLAM

ALEXANDER PHILOBUS MENEMUKAN HIDAYAH SAAT MENCARI KELEMAHAN ISLAM

rahmad noer
ALEXANDER PHILOBUS mualaf


Islam Agamaku - Karirnya sangat menonjol, apalagi ia telah berhasil memurtadkan ribuan orang-orang pedalaman Sudan. Atas jasanya ini ia dianugerahi jabatan sebagai pendeta Koptik dengan gelar sarjana theologi dan master universitas princenton.
Tak berhenti disini saja, lelaki alexandria ini mendapat beasiswa meneruskan theosofi  misionaris di sekolah Misi Amerika Serikat hingga memperoleh sertifikat dan gelar diploma dari Assiut University. Padahal untuk bergabung di institusi ini tidaklah mudah, karena harus mendapat rekomendasi khusus atas kelebihannya dari gereja dan harus melewati serangkaian tes yang tidak mudah.
Karena prestasi dan kecerdasannya, akhirnya Philobus mendapatkan rekomendasi dari gereja  AL- Attareen Alexandria dan Gereja Assembly of Lower Egypt, tujuannya kelak agar mampu mengembangkan misionaris-misionaris penerus di Mesir  khususnya dan Afrika pada umumnya.
Diinstitusi ini ia juga mendapatkan pelajaran tentang islam, namun bukan untuk dikaji dan diamalkan, melainkan untuk mencari kelemahannya untuk referensi sebagai seorang misionaris.
“Saat pertama kali aku belajar islam di Fakultas Theologi, saya juga mendapat pembelajaran tata cara ibadah islam, dan itu harus dikuasai sebagai syarat untuk kenaikan semester. Tujuannya tidak lain agar siswa mampu mengguncang imam seorang muslim dan menumbuhkan keraguan dalam pemahaman mereka terhadap keyakinannya.”
Pasca kelulusan dengan predikat MA, ia langsung menjadi dosen fakultas theologi assiut islam di Pricenton Amerika untuk mengajarkan agama islam di fakultas sesuai dengan pemahamansalah yang disebarkan oleh misionari dan para penentangnya. Saat inilah ia semakin meluaskan studi islam dan tidak hanya sekedar membaca buku-buku misionaris.  
“Karena ingin mendalami, pada waktu itu saya ingin mengetahui lebih jauh tentang Al-Qur’an dengan artinya dari sudut pandang lain dan baca literatur yang ditulis para pengarang muslim. Kenapa demikian, karena terdorong kecintaanku pada misionaris serta untuk menambah lebih banyak referensi untuk menyerang islam.”
Tapi apa yang terjadi ketika ia mulai mengerti isi kandungan Al-Qur’an, perlahan-lahan hati nuraninya mulai bertanya, “ Kenapa kok semua jadi begini? Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Tapi hati saya tidak berbohong saat itu. Saya makin terguncang dan merasakan pergolakan kuat. Jujur saya tidak menemukan kesalahan sedikitpun dari kitab yang selama ini kuhujat dan kucari kelemahannya. Semuanya berbeda dengan apa yang selama ini saya khotbahkan. Hati saya berontak sehingga saya tidak berani mengahadapi diri saya sendiri.”
Ketika ia dikirim ke Aswan sebagai sekjen misionaris Philobus sebagai wakil pada konferensi misionaris di Hotel Catract. Saat ia diberikan kesempatan bicara, tanpa sadar telah mengucapkan ungkapan yang membuat gempar di dalam forum.
“ saya tidak bisa membohongi nuraniku, terlalu banyak yang aku ucapkan hari itu tentang konsepsi salah menentang islam berulang-ulang, hingga diakhir pidato saya beranikan bicara, mengapa saya harus melakukan semua itu ketika saya tahu pasti saya berbohong, karena itu semua bukan kebenaran. Akhirnya saya meninggalkan konferensi sebelum selesai dan pulang sendirian.”
Di kemudian hari ketika mendengar surat Al-jin ayat 1 tiba-tiba hatinya bergetar. Karena penasaran kemudian bergegas membuka terjemahan. Terkejutlah sang misionaris yang telah malang melintang ini mengetahui isinya.
“ Keringatku bercucuran tidak bisa berkata apa-apa lagi, mulut ini sulit ku buka dan bibir ini terasa gemetar terus saat kubaca “ Katakanlah (hai Muhammad):”telah diwahyukan kepadamu bahwasannya :telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al-Quran), lalu mereka berkata : sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Quran yang menakjubkan.” Bayangkan, bangsa jin saja tunduk, kenapa saya lebih tinggi dari derajatnya justru ingkar. Malam itu juga saya habiskan waktu untuk baca lagi lebih banyak Al-Quran terjemahan. Dari situlah saya semakin banyak menemukan kebenaran hakiki Al-Quran, jauh dari apa yang selama ini saya pelajari tentang kelemahan Islam dan Injil.
Setelah membaca Surat Al-A’raaf ayat 157-158 (yaitu orang-orang yang mengikuti rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil...Yaitu Alloh yang mempunyai kerajaan di langit dan di bumi, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan...) dan akhirnya saya putuskan untuk masuk islam.
Berbagai ujian, rintangan dan resiko yang mengancam jiwa dan keluarga ia hadapi dengan kesabaran dan keistiqomahan, termasuk juga harus kehilangan semua fasilitas nan mewah dari gereja yang selama ini pernah membesarkannya.
Tanpa menunggu waktu lama, lelaki yang telah berganti nama menjadi Khalil Philobu ini segera mengajak istri dan ketiga anaknya untuk masuk islam. Dan keluarga misionaris itupun menjadi keluarga muslim mualaf dengan cita-cita mengajak kembali orang yang dia murtadkan untuk bersyahadat.


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam