KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » » Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain

Waikabubak Sumba

Masjid Qiblatain, Saksi Pemindahan Arah Shalat


Masjid Qiblatain. (Republika/Tommy Tamtomo)
REPUBLIKA.CO.ID – Salah satu tempat bersejarah yang perlu dikunjungi umat Islam ketika berhaji adalah Masjid Qiblatain, atau masjid dengan dua arah kiblat. Masjid yang dulu bernama Masjid Bani Salamah ini menjadi saksi perpindahan arah kiblat umat Muslim.
Masjid ini terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti Al Bara yang ditinggal mati keluarganya.
Ketika itu bulan Rajab tahun 2 H, Rasul shalat dhuhur di Masjid Bani Salamah. Ia mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat dhuhur masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika lelaki dijuluki Al-Amin ini baru saja menyelesaikan rakaat kedua.
Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 144, Allah berfirman, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allahnya dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”.
Begitu menerima wahyu ini, Rasul langsung berpindah 180 derajat, diikuti oleh semua jamaah melanjutkan shalat dhuhur menghadap Masjidil Haram. Sejak saat itu, kiblat umat muslim berpindah dari baitul Maqdis, Palestina (menghadap ke utara dari Madinah), menuju Masjidil Haram (menghadap arah selatan dari Madinah). Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain, atau masjid 2 kiblat.
Sebuah sumur milik seorang Yahudi bernama Raumah, ditebus oleh Usman bin Affan. Sahabat yang dikenal dengan sifatnya yang pemalu ini mewakafkan sumur seharga 20.000 dirham yang bisa digunakan untuk selain untuk bersuci dan air minum juga untuk mengairi taman-taman di sekeliling masjid sampai sekarang.


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam