KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » » Argumen Pertama

Argumen Pertama

Waikabubak Sumba
               Manusia mempunyai motif-motif tertentu yang membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan  dan  keinginan-keinginan  individualnya.  Aktivitas manusia juga distimulasi oleh motivasi jenis lain yang disebut Muthahhari sebagai  motif-motif  berorientasi-makhluk.  Hal  ini  berbeda  dengan motif-motif  yang  berorientasi-individual  yang    hanya  membantu  kepentingan-kepentingan individu. Keduanya berhubungan dengan teman dan keturunan seseorang.  Motif  berorientasi-makhluk  bersifat  umum  dan  mencakup keseluruhan  humanitas.  Ini  tidak  dibatasi  dengan  lingkungan,  situasi, ataupun  kurun    waktu  tertentu.  Lantaran  motif-motif  ini,  orang  bisa menempatkan  kesejahteraan  dan  kebahagiaan  dari  anggota-anggota masyarakatnya  di  atas  kesejahteraannya  sendiri.  Motif-motif  ini  bisa diterangkan  sebagai  motif  kemanusiaan  (humanitarian),  lantaran  di dalamnya orang merasa sakit jika ia menyaksikan orang lain pun menderita. Jenis  motif  ini  bisa  juga  didefinisikan  sebagai  motivasi  sosial.  Ia menyetarakan  dengan  yang  lain,  ia  gembira  dengan  kegembiraan  mereka dan sedih dengan kesedihan mereka. Muthahhari mengatakan, sekiranya kita menerima  peran  dari  motif  yang  berorientasi-makhluk  ini,  pandangan Allamah  tertolak,  karena  ia  mempercayai  bahwa  mental  alamiah  manusia tersusun sesuai dengan dorongan alamiah dan biologisnya.
Allamah  menganggap  teori  pengkhidmatan  dapat  diaplikasikan  ke seluruh  makhluk  manusia  sebagai  prinsip  umum.  Menurut  pandangan Muthahhari prinsip ini bertentangan dengan kriteria moralitas yang diterima kita.  Diyakini  secara  umum  bahwa  motif-motif  dan  tindakan-tindakan  egosentris  atau  kedirian  secara  moral  bersifat  inferior,  atau  agak  buruk, sebagaimana  dibandingkan  dengan  motif-motif  dan  tindakan-tindakan altruistik.  Moralitas  membebaskan  manusia  dari  membatasi  kepentingan dirinya sendiri dan oleh karena itu, secara universal dapat diaplikasikan ke seluruh  masalah,  waktu,  dan  situasi.  Demikianlah,  beliau  menegaskan prinsip-prinsip  keuniversalan  dan  keabadian  nilai-nilai  moral.  Adapun pertanyaan: "Mengapa kebaikan itu bagus?" Jawabnya: "Karena kebaikan memenuhi kepentingan semuanya."21


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam