IBX58B0693E37B6C

KONTAK SAYA

Facebook

TELUSURI

MULAI DARI SINI

Home Daftar Isi

Tampilkan postingan dengan label berita agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita agama. Tampilkan semua postingan

Terbukti Adanya Tuhan dan Saiton



Islam Agamaku - Minggu ini media massa mendadak dihebohkan dengan pemberitaan kekedua orang yang memiliki nama Tuhan dan Saiton. Bahkan Majelis ‘Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) sampai turun tangan dan meminta agar mereka menganti namanya.
Bahkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengatakan, MUI dan PBNU harusnya tak perlu pusing meminta agar kedua orang tersebut mengganti namanya. Menurut Sodik, tak ada yang salah dengan nama mereka terlebih nama tersebut juga tak melanggar syariat Islam.
"Dari sisi aqidah dan syariat Islam saya melihat tak ada pelanggaran kecuali jika namanya Allah," ujar Sodik, Jumat (28/8/2015).
Jika kedua orang tersebut tak ingin mengganti nama, sambung Sodik, maka MUI dan PBNU harus membiarkannya, lantaran jika memaksa sama saja melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). "Jadi soal nama tak ada pelanggaran sama sekali," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menganjurkan agar pemilik nama Tuhan dan Saiton mengganti namanya. Kedua nama tersebut dinilai tak etis bagi manusia. Menurut dia, jangankan Tuhan dan Saiton, Nabi Muhammad saja pernah melarang sahabatnya, Ali bin Abi Thalib, memberi nama anaknya dengan kata Harb, yang berarti perang.
Sementara itu, Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori menegaskan, agar Tuhan mengganti namanya. Tujuannya agar nama tersebut tak mengandung penafsiran yang salah.
Publik memang dihebohkan dengan adanya seorang pria asal Banyuwangi yang bernama Tuhan. Hal ini bermula di media sosial Facebook setelah seorang netizen mengunggah KTP tukang kayu yang bernama Tuhan.
Belakangan juga muncul lagi pria asal Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang bernama Saiton. ‎Dia merupakan ahli teknik komputer di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palembang yang bergelar Magister Administrasi Publik.
Sebagai muslim kita jangan menghakimi orang yang mempunyai nama tersebut, sebaiknya kita memberikan pemahaman kepada pemilik nama tersebut agar mengerti arti namanya sendiri. Sehingga dengan kesadaran mereka dapat menjelaskan makna nama yang ia miliki.


PENGUMUMAN HASIL SIDANG ITSBAT PENENTUAN AWAL RAMADHAN 1436 H

jumpa pers keputusan awal puasa ramadhan 2015 / 1436 Hijriah

Pengumuman Awal mulai Puasa 2015 menurut Pemerintah dengan dasar Hasil Sidang Itsbat yang dilakukan Kementrian Agama, Selasa 16 Juni 2015 menyatakan bahwa 1 Ramadhan 1436 Hijriah mulai pada hari kamis 18 Juni 2015, hal ini sama dengan keputusan ormas Muhammadiyah yang juga menetapkan awal puasa 2015 jatuh dihari yang sama.
“Puasa kali ini bisa dilakukan serentak, secara bersama-sama,” menurut Mentri Agama Lukman Hakin Saifuddin dalam jumpa pers tentang penentuan awal Ramadan di Kantor Kementrian Agama, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015). Hal ini dikuatkan dengan keputusan menteri agama republik Indonesia nomor 144 tahun 2015 tentang penetapan tanggal 1 ramadhan 1436 Hijriah.
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang berada di samping menteri agama mengatakan, “hal ini adalah cerminan kebersamaan umat Islam”. Dia juga berharap kebersamaan dan kekompakan seperti ini dapat terus dibangun dari waktu ke waktu.
Jika awal mulai puasa ramadan Muhammadiyah dan pemerintah dapat kompak, namun untuk Idul Fitri belum dapat  dipastikan. Pemerintah akan melakukan hilal dan rukyat, sementara Muhammadiyah sudah menentukan waktu 1 Syawal melalui metode hisab.
“Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan, tanggal 1 Ramadan 1436 Hijriyah jatuh pada hari Kamis Pon 18 Juni 2015.” Itulah pengumuman yang tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sehingga mulai pada hari Rabu malam nanti umat muslim sudah akan melaksanakan sholat tarawih bersama, harianislam.blogspot.com mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1436 Hijriyah.



PENETAPAN AWAL RAMADHAN 1436 HIJRIAH ATAU 2015 MASEHI MUHAMMADIYAH



Salah satu organisasi agama terbesar di indonesia Muhammadiyah telah menentukan dan di tetapkan awal puasa tahun 2015 atau 1 Ramadan 1436 Hijriah jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. Ketetapan itu sesuai dengan maklumat pengurus pusat Muhammadiyah kepada warganya yang telah disebarkan ke pengurus-pengurus di daerah.

Ketua pimpinan Pemuda Muhammadiyah Semarang Amruddin Mahfud Jumai menyatakan penetapan awal puasa Ramadhan sesuai Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang telah dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. “Hasilnya, ijtimak jelang Ramadan 1436 Hijriah terjadi pada Selasa, 16 Juni 2015, pukul 21.07 WIB,” kata Amruddin Mahfud Jumai di Semarang, Kamis, 7 Mei 2015.

Muhammadiyah telah menentukan dan di tetapkan Hari Raya Idul Fitri 2015, yaitu 1 Syawal 1436 H tepat pada Jumat, 17 Juli 2015. Hal tersebut dikarenakan, ijtimak men jelang Syawal 1436 Hijriah terjadi pada Kamis, 16 Juli 2015, pukul 03.26 WIB.
Selain itu, kata Amruddin, Muhammadiyah juga telah menentukan dan di tetapkan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Rabu, 23 September 2015. Untuk penetapan Hari Arafah (9 Zulhijah 1436 H) jatuh pada Selasa, 22 September 2015.

Amruddin me yakini awal Ramadan yang telah ditetapkan Muhammadiyah itu tidak mungkin berubah. Untuknya, jika terjadi perbedaan awal mulai puasa Ramadan dengan penganut aliran Islam yang lain maka itu tidak masalah. “Tidak menjadikan kebersamaan kita dalam pengamalan menjalankan agama terganggu,” katanya.

Muhammadiyah Kota Semarang juga telah menyiapkan berbagai rencana dalam menyambut kedatangan bulan puasa Ramadan 1436 H. “Masjid-masjid Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah seluruh Kota Semarang telah siap menyambut puasa,” katanya. Salah satunya, Muhammadiyah akan berpartisipasi dalam acara dugderan yang digelar menjelang puasa.


loading...
 
© 2010-2015 Harian Islam Agama Ku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam