IBX58B0693E37B6C

KONTAK SAYA

Facebook

TELUSURI

MULAI DARI SINI

Home Daftar Isi

Tampilkan postingan dengan label berita islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita islam. Tampilkan semua postingan

Austria Mejemput Islam


Islam Agamaku - "Bukan Islam yg datang ke Austria, melainkan Austria yg datang ke Islam. Lebih tepatnya, ke Bosnia," kata Vedran Dzihic & Thomas Schmidinger dalam Looming Shadows : Migration and Integration at a Time of Upheaval. Negeri ini memang lah mempunyai riwayat yg agak berlainan dibanding negara-negara Eropa lain.

Di Austria, pernyatan status Islam bukanlah hasil kerja imigran Muslim terhadap 1960-an & 1970-an, melainkan hasil dari jalinan bersejarah antara Austria & negara-negara Balkan, khususnya Bosnia-Herzegovina.(Baca juga : Cahaya Islam untuk Austria Terhambat Setelah Kekalahan Usmani)

Terhadap 1878, Kekaisaran Austria-Hongaria menduduki Bosnia & Herzegovina yg semula adalah salah satu propinsi Kekhalifahan Ottoman. Aneksasi wilayah ini dengan cara resmi berlangsung terhadap 1908. Utk mula-mula kalinya dalam peristiwa, Monarki Habsburg dihadapkan kepada tantangan mengintegrasikan banyaknya akbar Muslim ke wilayah mereka.

Satu Buah konvensi bersama pemerintahan Ottoman selanjutnya ditandatangani. Isinya, Kekaisaran Austria-Hongaria dapat menjamin kebebasan beragama dari teritori yg ditaklukkan.

Hukum Islam yg mula-mula kali dibuat kepada 1912 bertujuan mengintegrasikan ribuan Muslim yg dengan cara resmi berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Austria-Hongaria. Terhadap Pasal 1 dikatakan, "Islam dipercaya yang merupakan suatu populasi agama" & diberikan "perlindungan hukum yg sebagaimana yg diberikan terhadap populasi agama lain di Austria." Negeri berkewajiban melindungi tradisi istiadat, falsafah, & Instansi Islam di negeri itu.

Menurut Martina Schmied, "Islam in Osterreich" dalam Islam, Islamismus und islamischer Extremismus, hukum Islam 1912 itu setidaknya memberikan empat jaminan bagi Muslim Austria. Mula-mula, jaminan menjalankan aliran Islam di lingkungan publik (contohnya, falsafah Islam di sekolah-sekolah).

Ke-2, pendirian Instansi keislaman. Ke-3, penentuan administrasi buat masalah-masalah husus. Terakhir, hak mendapat perlakuan yg sama bersama Katolik Roma & anggota komune agama lain. (Baca juga : Loncatan Ekonomi Dongkrak Komunitas Islam Austria)

Perubahan geopolitik Pasca-Perang Dunia I mengubah lanskap negeri itu. Kekaisaran Austria-Hongaria pecah, menyisakan sedikit Muslim di negeri yg setelah itu dinamakan Austria. Kendati begitu, akhir monarki Austria-Hongaria kepada 1918 tak mengambil perubahan pada status pernyatan Islam.

Hukum yg sudah berumur satu abad ini diamandemen setahun silam. Menurut Menteri Luar Negara Austria Sebastian Kurz, langkah itu diambil sbg upaya buat mempromosikan Islam berkarakter Eropa & memerangi pertumbuhan Islam radikal.


Loncatan Ekonomi Dongkrak Komunitas Islam Austria

 
Islam Agamaku - Republik Austria ialah negeri yang terkurung daratan di bagian Eropa Tengah. Dia berbatasan bersama Jerman, Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenis, Italia, & Swiss.

Laporan dari Kampus Wina tahun 2014 menyatakan, jumlah Muslim di Austria meningkat lebih dari 550 ribu atau tujuh prosen tahun 2012. Mayoritas Muslim Austria berasal dari Turki & Bosnia, ditambah etnis Chechnya & Iran.

Jumlah Muslim Austria pertama meningkat karena hasil dari loncatan ekonomi. Tahun 1960 sampai 1970-an, puluhan ribu pekerja migran berdatangan dari Balkan & Turki. Jumlah pelajar dari negara-negara Muslim pula meningkat di universitas-universitas Austria. Pengungsi dari Bosnia & Kosovo menyusul terhadap 1990-an.

Baru-baru ini, Austria pun menampung ribuan pencari suaka dari Suriah, Afghanistan, & Irak. Ada lagi, tambahan komune dari kelahiran imigran generasi ke-2 & ke-3 tahun 2000-an. Saat 2009, lebih kurang setengah dari Muslim di negeri itu berkewarganegaraan ori Austria. Angka konversi penduduk ori Austria pula disebut-sebut mengalami kenaikan.

Saat negara-negara lain di Eropa menghadapi derasnya gelombang migran Timur Tengah, Austria serta sama. Negera ini jadi trayek transit migran Timur Tengah yg mau menuju Jerman. Sejak Desember 2015 dulu, Austria bahkan mesti menanggung pengembalian migran tanpa izin dari Jerman.

Jalinan Muslim dgn Pemerintah Austria relatif landai. Negeri ini sudah memberikan pernyatan Islam yang merupakan salah satu agama resmi & menjamin kebebasan beragama. Ada beberapa ratus ruang ibadah & tempat ibadah di Austria. Permakaman Islam seluas 34 ribu kilo meter persegi dibangun kepada 2008.

Muslim di Austria diwakili oleh Islamic Faith Community of Austria (Islamische Glaubensgemeinschaft/IGGIÖ) yang didirikan sejak 1912. Organisasi ini menjalin jalinan pada pemerintahan.


Cahaya Islam untuk Austria Terhambat Setelah Kekalahan Usmani

 
Islam Agamaku - Di lembah bukit Kahlenberg, Kara Musthafa Pasha mesti menelan kekalahan. Impiannya menebar cahaya Islam ke Austria mesti tertunda sejenak. Panglima Utsmani itu terpaksa memerintahkan mundur pasukan saat 12 September 1683 akibat serangan aliansi Eropa yg dipimpin Raja Polandia, Jan III Sobieski.

Sekarang, di Museum Vienna, Austria, potret sang panglima terpasang sendu. Rautnya penuh penyesalan. Histori itu telah berlalu lebih dari tiga abad silam, namun histori tidak sempat lupa mencatatnya.

Dikisahkan Walter Leitsch dalam "1683 : The Siege of Vienna", History Today 1983, kekalahan tentara Ottoman di Gerbang Wina dianggap salah satu awal kemerosotan Kekaisaran Ottoman. Seluruhnya berawal terhadap periode panas 1683. dibawah komando Kara Musthafa, tentara-tentara pilihan dari kekaisaran Ottoman mengepung Wina.

Kota ini sudah menjelang batas akhir kemampuannya melawan. Pengibaran bendera putih cuma soal disaat, hingga bala pertolongan tiba-tiba datang mengubah kondisi. Tiada buku histori di Eropa melewatkan histori ini.

Raja Polandia sekaligus kepala Komando Tentara Eropa itu mengambil lebih kurang 23 ribu tentara. Penguasa Ottoman mempunyai anggapan kekalahan Kara Musthafa merupakan aib, lantas menjatuhkan hukuman mati untuk panglima tinggi ini. Inilah catatan terakhir yg menghentikan ekspansi Islam Kekhalifahan Ottoman di tanah Eropa.


Open Day 14 Masjid di Australia, Tepis Kesalahpahaman Tentang Islam


Islam Agamaku - Deirencanakan 14 masjid yang  berada di Australia akan menyelenggarakan open day. Program yang diberi nama National Mosque Open Day itu bertujuan menepis kesalahpahaman masyarakat mengenai Islam.

Salah satu masjid yang menyelenggarakan open day  adalah Masjid Hobart yang menjadi satu-satunya tempat ibadah Umat Muslim di negara bagian Tasmania. Masjid Hobart berencana menyelenggarakan open day pada hari Sabtu (31/10/2015) besok. 

Berdasarkan catatan ABC, ada 14 masjid se-Australia yang akan mengundang warga sekitar untuk berkunjung dan mencermati langsung masjid-masjid tersebut.

Pemuka agama Islam di Hobart, Sabri Samson, menjelaskan kepada ABC  kegiatan ini akan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk masyarakat Australia mengenal kepercayaan Islam.

Berdasarkan Sabri Samson, untuk sebagian kalangan, mungkin akan menjadi pengalaman pertama mereka memasuki tempat ibadah orang Islam.

"Di dalam masjid tidak ada gambar atau patung. Tidak ada kursi atau bangku panjang. Hanya alas lantai berupa karpet," ucap Sabri kepada wartawan ABC, Jo Spargo.

Masjid Hobart telah berdiri sejak tahun 1985 dan berada di Jalan Warwick.  

Sabri Samson juga menjelaskan, dalam open day itu, para pengunjung kemungkinan akan menanyakan berbagai hal mengenai agama Islam.

Sabri yang pernah bekerja sebagai guru selama ini cukup giat menepis prasangka mengenai kelompok seperti ISIS yang dikaitkan dengan agama Islam.

"Itu jelas-jelas bukan bagian dari agama Islam. Agama ini tidak menganjurkan pembunuhan, pemerkosaan. Lagi pula, korban ISIS itu adalah orang Islam, dan fakta ini cukup aneh," ujarnya.

"Semoga kita tidak memiliki kelompok seperti itu di Tasmania," tambahnya.


Rahasia Umur Panjang Nabi Khidir



 Berikut Fakta yang membuktikan bahwa Nabi Khidir  hidup sampai sekarang:
  1. Syaidina Ali mengatakan dan mengakui pernah melihat Nabi Khidir sedang berada di dekat Ka’bah.
  2. Seorang murid dari Syeikh Abu Hasan yang bernama Al-Murshi mengakui pernah bertemu hingga bersalaman dengan Nabi Khidir.
  3. Abul Hasan asy-Syadzili mengakui pernah menemui Nabi Khidir di padang Aidzab.
  4. Umar bin Sinan pernah berpapasan dengan Ibrahim al-Khawwash dan menceritakan bahwa beliau pernah bertemu Nabi Khidir dalam perjalanannya.
Kira-kira berapakah usia Nabi Khidir hingga saat ini? Wallahua’lam hanya Allah yang tahu, namun jika diperhitungkan kira-kira sekitar lebih dari enam ribu tahun.
Tahukah anda bahwa "Ainul Hayat", Inilah Rahasia Nabi Khidir Bisa Berumur Panjang
Nabi Khidir adalah nabi yang masih hidup hingga kiamat datang, Nabi ini dinamakan Khidir yang berarti hijau karena kedatangannya selalu membawa kehijauan disekitarnya, rumput yang awalnya kering akan menjadi hijau subur jika didatangi Nabi Khidir. Berikut adalah ulasan singkat cerita/legenda rahasia umur panjang Nabi Khidir AS hingga akhir zaman:
Ada seorang raja penguasa wilayah barat dan timur yaitu Raja Iskandar Zulkarnain, raja ini sangat disegani dan ditakuti karena dapat manaklukan berbagai wilayah dari barat hingga timur. Namun meskipun demikian raja ini tidak sombong dan merupakan salah seorang hamba Allah yang taat. Pada tahun 322 SM, Raja Iskandar Zulkarnain mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan ditemani oleh Malikat Rofi’il. Dalam perjalanannya sang raja bertanya kepada malikat bagimana ibadahnya para penghuni langit dan malaikat pun menjelaskan bahwa para penghuni langit beribadah ada yang bersujud terus hingga akhir zaman dan ada yng bertakbir terus hingga akhir zaman. Mendengar hal itu sang raja ingin seperti para penghuni langit yang bisa beribadah hingga akhir zaman.
Malaikat Rofi’il memberitahu kepada Raja Iskandar Zulkarnain bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber mata air yang suci, jika seseorang meminum air dari mata air itu maka ia akan kekal hingga akhir zaman kecuali jika ingin dimatikan. Namun mata air tersebut berada di bagian belahan bumi yang sangat gelap. Mata air itu bernama Ainul Hayat, inilah mata air rahasia panjang umur dari Nabi Khidir. Raja Iskandar Zulkarnain kemudian mengumpulkan semua ahli yang ada diseluruh negeri untuk menafsirkan dimana letak tepatnya Ainul Hayat berada dan salah seorang diantaranya mengetahui bahwa letaknya adalah dibagian tempat terbitnya matahari.
Raja Iskandar Zulkarnain beserta rombongannya mencari tempat tersebut dan menemukannya, salah satu diantaranya rombongannya adalah Nabi Khidir yang juga pernah menjabat sebagai perdana menteri. Setelah menemukan tempat Ainul Hayat, sang raja membawa pasukan khusus untuk masuk bersamanya dan dalam pasukan itu Nabi Khidir ikut bersamanya. Mereka menempuh perjalanan selama 18 hari didalam gua itu tanpa melihat sinar matahari sekalipun.
Dalam perjalanan itu Nabi Khidir mendapat wahyu dari Allah bahwa Ainul Hayat terletak di tepi kanan jurang dan hanya diperuntukkan untuknya saja. Setelah menerima wahyu itu, Nabi Khidir kemudian menuju ketempat Ainul Hayat sendirian dan meminumnya tanpa sepengetahuan Raja Iskandar Zulkarnain. Itulah sekilas cerita singkat tentang mata air Ainul Hayat yang merupakan rahasia Nabi Khidir bisa berumur panjang hingga akhir zaman.


Pemualafan Terbesar di Nigeria - Pendeta Dan Ratusan Pengikutnya Masuk Islam


ISLAM AGAMAKU - Fenomena pemualafan terbesar dari Kristen ke Islam, salah satu pendeta Ruanda dan 480 pengikut jemaatnya memeluk Islam, dan menjadi perkembangan agama tercepat di dunia dan memperluas kehadiran Islam di benua Afrika.
Seperti dilansir onislam, beberapa media melaporkan Salim Mikdad, salah satu mantan pendeta, memeluk Islam setelah memperdalam keyakinannya dari para sarjana Muslim.
Ia berhasil meyakinkan 480 pengikut jemaatnya untuk mengambil keputusan serupa akhir Agustus, tepatnya tanggal 25 Agustus lalu. Setelah mereka berganti keyakinan, gerejaa itu pun berubah menjadi masjid.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah serangkaian konversi serupa di Ruanda. Sebagai negara Kristen, Ruanda telah memperlihatkan peningkatan bertahap dalam populasi Muslim.
Sekitar 56,9 persen dari masyarakat Ruanda adalah Katolik Roma, 26 persen adalah Protestan, 11,1 persen adalah Seventh day Adventist dan hanya 4,6 persen yang Muslim. Kebanyakan dari mereka merupakan Sunni.
Kenaikan tajam dalam populasi Muslim mengikuti genosida pada tahun 1994 di negara itu, ketika kedua gerejaa Katolik dan Protestan dituduh membantu membuat pembunuhan sekitar 800 ribu orang.
Gerejaa menjalankan politik etnis sendiri, mendukung Tutsi selama periode kolonial dan beralih kesetiaan kepada Hutu setelah tahun 1959, yang mengirim pesan kalau diskriminasi etnis adalah konsisten dengan ajaran gerejaa.
Antara April dan Juli 1994, ekstrimis Hutu Ruanda melakukan kampanye terorganisir yang bertujuan memusnahkan minoritas Tutsi. Human Rights Watch sendiri menjelaskan genosida Ruanda sebagai salah satu episode yang paling menakutkan dari kekerasan etnis, yang ditargetkan dalam sejarah dunia baru-baru ini.

referensi : republika


JOKOWI DUKUNG PENUH ISLAM NUSANTARA



ISLAM AGAMAKU - Ketia awal mula dicetuskan, muncul dukungan terhadap model Islam Nusantara yang disuarakan kelompok maupun tokoh perorangan Islam yang berpaham moderat.
Presiden Joko Widodo saat berpidato saat membuka Munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, Minggu (14/06), menyatakan dukungannya secara terbuka atas model Islam Nusantara.
"Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi," kata Presiden Jokowi.

Selain Presiden Jokowi, sejalan dengan itu sebelumnya juga disuarakan sejumlah pejabat Indonesia lainnya, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla yang lebih sering memakai istilah Islam Indonesia.
Tetapi banyak juga sindiran yang secara hampir bersamaan lahir pula kritikan dan penolakan terhadap istilah Islam Nusantara, yang diwarnai perdebatan keras terutama melalui media sosial atau dalam diskusi terbuka.
Secara garis besar, penolakan pada istilah Islam Nusantara karena istilah itu seolah-olah mencerminkan bahwa ajaran Islam itu tidak tunggal.
Padahal maksud islam nusantara yaitu islam yang menghargai budaya lokal yang damai, bersahaja, hal tersebut sejalan dengan islam yang rahmatan lil’alamin. Sehingga, tidak moderat maupun radikal yang membuat perpecahan diantara islam itu sendiri. Wallahua’alam.


Belajar dari Ahok dan Susan, Pemimpin Non Muslim Tidak Masalah



Islam Agamaku - Kita pasti masih ingat dengan nama Susan Jasmine Zulkilfli, lurah Lenteng Agung, yang ramai menjadi tranding topic pemberitaan karena dia sempat ditolak sekelompok orang yang mengatasnamakan warga yang mayoritas muslim? Susan ditolak menjadi lurah karena dia non-muslim.

Penolakan yang mirip juga dialami oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat dia diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sekelompok orang dari ormas Islam menolak habis-habisaan Ahok karena non muslim.

Sebenarnya seperti apakah pandangan Islam dalam melihat fenomena kepemimpinan non-muslim? Dalam buku Fiqih Kebinekaan terbitan Maarif Institut halaman 317 tentang 'Fiqih Kepemimpinan Non Muslim' tulisan Wawan Gunawan Abdul Wahid dikatakan persoalan kepemimpinan dalam fiqih diposisikan dalam klasifikasi fiqih politik.

Terdapat beberapa kriteria dan syarat pemimpin menurut para ulama. Pada masa pertengahan Islam, Abdurrahman ibnu Muhammad ibnu Khaldun menyebutkan lima syarat kepala negara yaitu memiliki pengetahuan yang luas, adil, mampu melaksanakan tugas dan kwajiban, sehat fisik dan memiliki pancaindra yang lengkap serta berasal dari keturunan quraisy (keturunan Nabi).

Gagasan ini terus berkembang dan ulama lainnya Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa syarat seorang pemimpin terdapat dua, pertama orang yang kuat dan kedua orang yang amanah. Gagasan itu mengisyaratkan bahwa pemimpin non-muslim yang adil lebih baik daripada pemimpin yang beragama Islam namun tidak mampu berlaku adil.

Hal tersebut berlaku dengan catatan, kalau pemimpin non-muslim tidak memusuhi umat Islam  dan mau bersama-sama membangun dan memajukan wilayah yang dipimpinnya. Namun kalau pemimpin non-mulim ini dalam hatinya menyimpan rasa permusuhan dan bertindak sewenang-wenang terhadap kaum mulimin maka memilih mereka adalah haram hukumnya.

Jadi kalau terdapat pertanyaan siapa yang harus dipilih apakah pemimpin muslim yang tidak mampu memimpin atau pemimpin non-muslim yang mampu memimpin maka jawabannya lebih baik memang pemimpin muslim yang mampu memimpin, namun kalau kondisinya lain maka jawaban yang realistis adalah pimimpin non-muslim yang mampu memimpin.

"Memilih pemimpin non-muslim di tengah masyarakat muslim hukumnya dibolehkan. Hal ini berdasarkan rujukan dua hal, pertama masalah kepemimpinan dalam hukum Islam merupakan persoalan yang bukan absolut. Kedua larangan memilih pemimpin non-muslim dikaitkan dengan sebab yang menyertainya, yakni manakala mereka melakukan penistaan terhadap umat Islam," tutur Wawan.

Di ujung tulisannya Wawan mengatakan dalam suatu masyarakat majemuk di mana umat Islam dan non-muslim bersatu dalam suatu entitas negara-bangsa maka keduanya bisaa merajut hubungan harmonis.

sumber detik.com


Anak Pendeta Masuk Islam Ketika Parade Tauhid



Kegiatan Paradee Tauhid Indonesia yang digelar Minggu, 16 Agustus 2015 berhasil mengubah jalan hidup seorang penganut non-Muslim. Steven Indra Wibowo dari Mualaf Centre Indonesia membenarkan bahwa Steven telah mengislamkan seorang pemuda yang awalnya menganut Protestan dalam Kegiatan paradee Tauhid di area Gelora Bung Karno, Senayan.
“Dia peserta jogging,” menurut Indra kepada Republika, Selasa 18 Agustus.
Steven menuturkan kejadian hari itu. Layaknya hari biasa, setiap Minggu, Senayan ramai digunakan menjadi tempat jogging oleh warga Jakarta. Bowie (25 tahun), nama mualaf tersebut, pagi itu sedang jogging di arena belakang panggung Kegiatan paradee Tauhid.
Ia terheran-heran menyaksikan ratusan ribu umat Islam berkumpul. Steven kebetulan berada di sana. Waktu itu, ia mengaku sedang memperbaiki drone yang digunakan untuk meliput acara Kegiatan paradee Tauhid. Setelah seluruh peserta kegiatan paradee berangkat, Bowie menghampirinya dan bertanya-tanya.
Keduanya berkenalan dan ngobrol beberapa hal selama kurang lebih satu jam. Termasuk, dia bertanya kenapa bukan orang Islam saja yang masuk Kristen. Ia berargumen, dalam Alquran juga disebutkan kalau nabi Isa akan turun lagi untuk menyelamatkan. Bahkan, menurut Bowie, nabi Isa lebih banyak disebut dibandingkan Muhammad di dalam Alquran.
“Saya bilang, ya itu Alquran. Kamu kan bukan Islam, ngapain kamu pakai Alquran untuk jadi pedoman kamu. Kalau kamu percaya bahwa Yesus (Nabi Isa) menyelamatkan kembali seperti di Alquran kamu harus masuk Islam, maka kamu akan diselamatkan,” menurut Steven, mengisahkan jawabannya kepada Bowie. Ia mengaku sudah biasa menghadapi hal seperti itu di lapangan.
Sebelum bersyahadat, tutur Steven, Bowie sempat ragu. Lantaran, keluarganya pendeta di Malang sehingga dapat dipastikan akan timbul protes dari keluarga. Ketua Mualaf Centre Indonesia itu meyakinkan, kalau sudah ada niat masuk Islam, akan belajar seiring waktu.
Setelah berdiskusi panjang lebar, Bowie akhirnya memutuskan untuk berislam. “Syahadatnya juga di samping panggung kegiatan paradee,” menurut Steven. Beberapa orang dari Mualaf Center Indonesia menjadi saksi prosesi syahadat Bowie.

Meski, menurut Steven, keislaman Bowie masih secara sembunyi-sembunyi karena masalah keluarga. Steven menambahkan, pihaknya sudah mulai melakukan follow-up dengan tim Mualaf Center di Jakarta Barat. Mereka mengajari Bowie tata-cara sholat dan belajar membaca Alquran.

sumber : republika


Ahok Akan Menjadikan JIC sebagai Pusat Pendidikan Islam



Islam Agamaku - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempunyai angan-angan menjadikan kawasan Jakarta Islamic Center (JIC) sebagai salah satu tujuan wisata religi di Jakarta. JIC berdiri di atas lahan bekas tempat lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta Utara.
Keinginan Ahok itu diucapkannya saat menghadiri halaqah ulama di JIC beberapa waktu lalu. "Kita harap JIC ini secara umum harus jadi pusat ilmu Islam. Kedua, harus dapat menggambarkan inilah Islam Indonesia, yang ada di Jakarta. Kita harap juga jadi tujuan wisata religi," ujarnya.
Untuk mewujudkan angan-angan itu, Ahok membentuk Unit Pengelola Teknis (UPT) JIC sebagai langkah pengembangan. Untuk UPT JIC sendiri, digelontorkan dana hibah sebesar Rp11 miliar tahun ini.
"Jakarta Islamic Center ini sudah ada UPT, kita ingin betul-betul jadi pusat Islam. Jadi, kalau kamu mau tahu Islam kamu ke sini saja deh," ucapnya.
Tak hanya itu, Ahok juga berkeinginan agar JIC dapat dibangun seperti asrama bagi anak-anak atau remaja yang ingin mendapat pendidikan Islam lebih dalam. Hal ini dikarenakan area lahan JIC yang cukup luas, yakni 12 hektar. "Kita akan banyak bangun model sekolah kayak Husni Thamrin itu, ada pemondokannya atau asrama," kata pria asal Belitung Timur itu.
Ia juga berencana menghubungkan rute Light Rapid Transit (LRT) hingga ke lokasi JIC untuk memundahkan akses para wisatawan ke sana.
Jika seorang non muslim memiliki keinginan untuk menegakkan islam, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah langkah yang telah kita kaum muslimin lakukan untuk menegakkan agama islam? Apakah harus berdebat mana islam yang yang benar dan saling menyerang antar kelompok atau aliran islam sendiri? Mari kita renungkan kembali.


Satu Pleton Anggota Polisi dan Jenderal di Filipina Manjadi Mualaf



Allhuakbar Allhuakbar !!! adalah kata yang didengungkan berkali-kali oleh puluhan polisi Filipina yang berbaris rapi. Mereka mengumandangkan takbir setelah resmi bersyahadat dan masuk islam pada bulan lalu.
“Kesatuan Police trainees sa Cabanatuan Nueva Ecija Filipin, satu peleton polisi mengikrarkan syahadat di bimbing Ustaz Mohammed Kamar Sabdulla,” berdasar mualaf center dalam akun resminya, Selasa (14/7).
Dalam video yang berdurasi lebih dari satu menit tersebut, tampak Ustaz Mohammed Kamar Sabdulla memerintahkan para polisi untuk bersaksi dengan mengacungkan telunjuk mereka.
Para polisi ini kemudian diminta untuk mengikuti ucapan syahadat, “Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Warosuluh, Wa Asyhadu Anna Isa Ibnu Maryam Rosulullah.”.
Selain itu ditambahkan pula, mereka diminta bersaksi bahwa Isa putera Maryam adalah rasul utusan Allah. Beberapa hari setelah para polisi ini berucap syahadat, pada 24 Juni 2015 Abdulrahman Cruz seorang kapten dari dinas kepolisian Filipina ikut melafadzkan syahadat.
“Dia juga pakar kristologi setempat menjadi wasilah datangnya hidayah kepada atasannya yang seorang jenderal berbintang satu,” menurut sumber yang sama.
Abdurahman Cruz bersyahadat dibimbing dengan ustadz yang sama dan dia resmi melepas agama sebelumnya dan berubah memeluk agama Islam.


loading...
 
© 2010-2015 Harian Islam Agama Ku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam