IBX58B0693E37B6C

KONTAK SAYA

Facebook

TELUSURI

MULAI DARI SINI

Home Daftar Isi

Tampilkan postingan dengan label artikel agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel agama. Tampilkan semua postingan

Asal-Usul Celak Itsmid, Celak Terbaik Anjuran Rasullulloh Saw



sejarah celak itsmid anjuran rasullulloh, celak bagi laki-laki islam

Islam Agamaku - Celak merupakan alat kosmetika yang biasa dipakai oleh kaum hawa, yang biasanya diaplikasikan disekitar kantung mata. Namun dalam islam, celak mata tidak hanya digunakan seorang muslimah saja akan tetapi para laki-laki pun  menggunakannya.
Memakai celak merupakan sebuah kesunahan, banyak hadits yang menyatakan tentang bercelak. Salah satunya adalah : ” Celak yang terbaik untuk kamu adalah itsmid. Sesungguhnya ia bisa menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.” (HR. Abu Daud)
Dalam sejarah tidak diketahui secara pasti penggunaan celak oleh manusia karena belum ada literatur yang membahas tentang hal itu. Jadi kemungkinan besar Rasulullah Saw adalah orang yang pertama kali menggunakan celak mata. Dan itsmid adalah salah satu jenis celak yang dianjurkan oleh Rasullulloh Saw.
Menurut Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah, itsmid adalah batu celak berwarna hitam dan jenis yang terbaik berasal dari Asfahan, Persia. Itsmid yang terbaik adalah yang mudah pecah dan pecahan tersebut terlihat berkilauan, bagian dalamnya halus dan tidak kotor. Warna celak jenis ini adalah warna celak yang mudah melekat.Celak biasanya dipakai untuk menghitamkan alis dan bulu mata atau pinggiran kelopak mata.
Celak sangat berguna untuk menguatkan mata, mengencangkan syaraf dan menghilangkan daging yang tumbuh di dalam bisul. Celak juga dapat menghilangkan rasa pusing jika dicampur dengan madu  cair yang halus dan digunakan untuk bercelak. 
Celak mata Itsmid adalah jenis celak yang terbaik, terutama bagi orang yang sudah lanjut usia dan mereka yang penglihatannya mulai melemah. Cara memakai celak mata ini cukup mudah, yaitu dengan dicampur minyak misik. Menggunakan celak sebelum tidur lebih baik karena tidak adanya gerakan (aktivitas) berlebih. Dengan ini tentunya kita semakin tahu dan yakin  untuk memakai celak terlebih dinilai dari segi kesunahannya.


Rahasia Umur Panjang Nabi Khidir



 Berikut Fakta yang membuktikan bahwa Nabi Khidir  hidup sampai sekarang:
  1. Syaidina Ali mengatakan dan mengakui pernah melihat Nabi Khidir sedang berada di dekat Ka’bah.
  2. Seorang murid dari Syeikh Abu Hasan yang bernama Al-Murshi mengakui pernah bertemu hingga bersalaman dengan Nabi Khidir.
  3. Abul Hasan asy-Syadzili mengakui pernah menemui Nabi Khidir di padang Aidzab.
  4. Umar bin Sinan pernah berpapasan dengan Ibrahim al-Khawwash dan menceritakan bahwa beliau pernah bertemu Nabi Khidir dalam perjalanannya.
Kira-kira berapakah usia Nabi Khidir hingga saat ini? Wallahua’lam hanya Allah yang tahu, namun jika diperhitungkan kira-kira sekitar lebih dari enam ribu tahun.
Tahukah anda bahwa "Ainul Hayat", Inilah Rahasia Nabi Khidir Bisa Berumur Panjang
Nabi Khidir adalah nabi yang masih hidup hingga kiamat datang, Nabi ini dinamakan Khidir yang berarti hijau karena kedatangannya selalu membawa kehijauan disekitarnya, rumput yang awalnya kering akan menjadi hijau subur jika didatangi Nabi Khidir. Berikut adalah ulasan singkat cerita/legenda rahasia umur panjang Nabi Khidir AS hingga akhir zaman:
Ada seorang raja penguasa wilayah barat dan timur yaitu Raja Iskandar Zulkarnain, raja ini sangat disegani dan ditakuti karena dapat manaklukan berbagai wilayah dari barat hingga timur. Namun meskipun demikian raja ini tidak sombong dan merupakan salah seorang hamba Allah yang taat. Pada tahun 322 SM, Raja Iskandar Zulkarnain mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan ditemani oleh Malikat Rofi’il. Dalam perjalanannya sang raja bertanya kepada malikat bagimana ibadahnya para penghuni langit dan malaikat pun menjelaskan bahwa para penghuni langit beribadah ada yang bersujud terus hingga akhir zaman dan ada yng bertakbir terus hingga akhir zaman. Mendengar hal itu sang raja ingin seperti para penghuni langit yang bisa beribadah hingga akhir zaman.
Malaikat Rofi’il memberitahu kepada Raja Iskandar Zulkarnain bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber mata air yang suci, jika seseorang meminum air dari mata air itu maka ia akan kekal hingga akhir zaman kecuali jika ingin dimatikan. Namun mata air tersebut berada di bagian belahan bumi yang sangat gelap. Mata air itu bernama Ainul Hayat, inilah mata air rahasia panjang umur dari Nabi Khidir. Raja Iskandar Zulkarnain kemudian mengumpulkan semua ahli yang ada diseluruh negeri untuk menafsirkan dimana letak tepatnya Ainul Hayat berada dan salah seorang diantaranya mengetahui bahwa letaknya adalah dibagian tempat terbitnya matahari.
Raja Iskandar Zulkarnain beserta rombongannya mencari tempat tersebut dan menemukannya, salah satu diantaranya rombongannya adalah Nabi Khidir yang juga pernah menjabat sebagai perdana menteri. Setelah menemukan tempat Ainul Hayat, sang raja membawa pasukan khusus untuk masuk bersamanya dan dalam pasukan itu Nabi Khidir ikut bersamanya. Mereka menempuh perjalanan selama 18 hari didalam gua itu tanpa melihat sinar matahari sekalipun.
Dalam perjalanan itu Nabi Khidir mendapat wahyu dari Allah bahwa Ainul Hayat terletak di tepi kanan jurang dan hanya diperuntukkan untuknya saja. Setelah menerima wahyu itu, Nabi Khidir kemudian menuju ketempat Ainul Hayat sendirian dan meminumnya tanpa sepengetahuan Raja Iskandar Zulkarnain. Itulah sekilas cerita singkat tentang mata air Ainul Hayat yang merupakan rahasia Nabi Khidir bisa berumur panjang hingga akhir zaman.


JADWAL PUASA RAMADHAN 1436 HIJRIAH

Umat islam di indonesia mulai melaksanakan puasa ramadhan 1436 hijriah serentak pada hari kamis 18 juni 2015. Alhamdulillah tahun ini kita dapat melaksanakan puasa bersama-sama, hal itu menunjukkan kebersamaan antar umat islam.
Umat islam di DI Yogyakarta sebagai salah satu basis Organisasi Islam terbesar di Indonesia Muhammadiyah yang terkadang memulai puasa berbeda dengan keputusan pemerintah, tahun ini melaksanakan secara berdamaan juga. Meskipun, Muhammadiyah mengumumkan awal puasa jauh hari sebelum keputusan pemerintah.
Bagi masyarakat Yogyakarta harianislam.blogspot.com akan membagikan jadwal puasa ramadhan 1436H. Berikut ini jadwal puasa yang bersumber dari kementrian agama yogyakarta dalam format *.jpg
Semoga puasa kita barokah, Aamiin..


FAKTA ILMIAH HADIS LARANGAN MENIUP MAKANAN DAN MINUMAN

harianislam.blogspot.com kali ini akan membahas mengenai fakta ilmiah hadis larangan meniup makanan dan minuman.
Bukhori pernah meriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda kepada umat muslim:
 “Apabila kalian sedang minum maka jangan bernapas di dalam gelas dan saat membuang hajat maka jangan sentuh kemaluan dengan tanan kanan.”
Kita dapat memaknai hadi tersebut bahwa tidak diperbolehkan meniup atau bernafas di dalam gelas. Saat ini, banyak sekali kita yang meniup makanan dan minuman panas. Hal ini wajar mengingat apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita sangat panas dan mungkin saja kita tidak bersabar untuk segera mengonsumsinya.
Namun kebiasaan ini justru dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. Lalu, apa alasannya? Tentu, Rasulullah tidak memberikan alasan secara rinci, tetapi beliau melarang kita, berarti itu menjadi bagian dari sunah jika kita jalani.
Perlu anda ketahui, bahwa di dalam hadis larangan meniup makanan dan minuman panas yang sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari ternyata bukan hanya tidak dibenarkan oleh Rasul, tetapi juga tidak disarankan oleh ilmu kesehatan modern yang sudah melalui kajian penelitian sains atau ilmu pengetahuan.

Fakta tentang larangan meniup makanan minuman
Subbahanallah, kebiasaan ini tidak dibenarkan oleh Nabi sekitar 14 abad yang lalu atau sekitar tahun 550 an masehi. Ternyata, ada hikmahnya dibalik larangan tersebut, dalam ilmu pengetahuan yang baru diteliti di era modern saat ini.

1. Bahaya asam karbonat
Fakta ilmiah pertama, dalam ilmu kimia bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung.

2. Partikel berbahaya
Dalam mulut kita terdapat partikel berbahaya. Apakah partikel itu? Sisa-sisa makanan dalam mulut akan membusuk sehingga menyebabkan partikel kecil yang bercampur dengan air liur maupun udara yg kita tiupkan. Partikel ini apabila ditiupkan dalam air panas yang akan kita minum, maka akan menempel dan sangat tidak baik jika kita minum lagi.

3. Mikro organisme
Mulut kita terdapat berbagai mikro organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut. Bukankah ini berbahaya?

Demikian fakta ilmiah mengenai larangan meniup air minuman atau makanan panas dalam Islam yang sering kita lakukan sehari-hari. Jika kita gosok gigi sampai bersih lalu kumur-kumur pakai obat kumur bagaimana? Jawabannya tetap saja, sebaiknya ikuti hadis dari Rasulullah yang jelas-jelas sangat baik jika kita mengikutinya. Kebiasaan tidak meniup makanan panas menjadi bagian dari sunah nabi, jika kita jalani akan mendapatkan pahala dan menyehatkan tubuh. Subhanallah, indahnya islam.


USAMAH BIN ZAID PANGLIMA PENEGAK AGAMA ISLAM TERMUDA

Panglima Perang Penegak Islam Termuda

Harianislam.blogspot.com hari ini akan membahas tokoh inspiratif pembela agama islam. Anda tentu mengenal nama-nama Panglima perang Khalid bin Al-Walid, Sa’ad bin Abi Waqqas, Mu’adz bin Jabal dan lainnya ridwanullah ta’ala anhum. Akan tetapi panglima yang paling muda diantara mereka adalah panglima Usamah bin Zaid yang menjadi panglima di usia yang masih sangat muda, 17 tahun.

Biografi Usamah bin Zaid

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma merupakan putra dari seorang sahabat dan merupakan putra angkat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebelum Islam masuk dan menghapus hukum putra angkat, yaitu Zaid bi Haritsah dan Ummu Aiman, pengasuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika kecil.
Dalam suatu riwayat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: “Ummu Aiman adalah ibuku satu – satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan satu satunya keluargaku yang masih ada”. Riwayat lain bahkan mengatakan Ummu Aiman juga pemah menyusui putra Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Adapun Zaid bin Haritsah merupakan sahabat kesayangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan putra angkat, yang menyebabkan Zaid sempat dipanggil dengan nama Zaid bin Muhammad, tetapi kemudian dihapus oleh hukum Islam. Dimana nama putra harus dinasabkan kepada orang tua kandungnya.
Demikian kasih sayangnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepadanya, sehingga Usamah diberi lagab, Al-Hibb wa Ibnil Hibb “Kesayangan dari Putra Kesayangan” dan Hibb Rasulillah, Jantung Hati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam karena beliau mencintainya sebagaimana mencintai cucunya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma.
Usamah lahir tahun ke 7 sebelum hijrah ke Madinah. Kondisi dakwah yang begitu sulit saat itu membuat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa bersabar. Ketika berita kelahiran Usamah sampai ke Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka wajah beliau langsung berseri-seri.
Usamah tumbuh sebagai pribadi yang besar, cerdik dan pintar, berani luar biasa, bijaksana, pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya, tahu menjaga kehormatan, senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela, pengasih dan sebaliknya dikasihi banyak orang, taqwa, wara’ (berhati-hati), dan mencintai Allah Ta’ala.

Usamah bin Zaid Panglima Termuda

Menjelang wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kekuatan Islam sempat mendapatkan tekanan dan ancaman. Pihak musuh sengaja memanfaatkan kesempatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang sedang sakit untuk membuat gejolak di perbayasan syam. Begitupun dari arah Yaman muncul Aswad Al-Ansi yang mengaku sebagai Nabi.
Di tengah sakitnya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap memerintahkan penyerangan ke arah perbatasan Syam. Beliau mengirim surat perintah pembunuhan Nabi palsu untuk pasukan yang berada di Yaman, lebih khusus kepada Muadz bin Jabal yang ditugaskan sebagai ulama’nya.
Tidak genap 40 hari sejak mendeklarasikan sebagai Nabi, Aswad Al-Ansi pun berhasil dibunuh oleh panglima perangnya yang diperlakukan kurang menyenangkan, dia bekerjasama dengan istri Aswad yang dirampas dari suaminya setelah sebelumnya dibunuh oleh Aswad.
Sementara untuk perbatasan Syam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Usamah bin Zaid sebagai panglima perang, membawahi para sahabat lainnya, termasuk diantaranya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Namun, sebelum pasukan diberangkatkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terlebih dahulu wafat sehingga pemberangkatan tertunda.
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pun dibaiat menjadi khalifah menggantikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan dua hari setelah meninggalnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hal pertama yang dilakukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah memberangkatkan pasukan ke perbatasan Syam.
Program ini pun menuai kritik dari sahabat lainnya, kondisi keamanan ummat islam di Madinah memang kurang stabil. Rawan digempur oleh pasukan kafir dari arah manapun.
Umar bin Khattab pun termasuk diantara yang banyak memberi masukan Abu Bakar untuk menunda pemberangkatan pasukan agar stabilitas keamanan Madinah lebih terjaga. Namun Abu Bakar menolaknya, mengingat pemberangkatan pasukan ini merupakan wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Umar bin Khattab tetap berusaha memberi masukan, hingga kemudian menyarankan agar panglima perang diganti dari Usamah bin Zaid ke sahabat lainnya yang lebih berpengalaman, mengingat ketika itu Usamah bin Zaid masih berusia 18 tahun. Abu Bakar mendengar itu langsung melompat dari tempat duduknya dan menarik jenggot Umar bin Khattab, beliau mengingatkan Umar agar jangan pernah meragukan pilihan Rasul sekecil apapun (termasuk pengangkatan Usamah sebagai panglima perang).
Pasukan pun diberangkatkan dengan ummat Islam di Madinah diliputi perasaan sedikit waswas. Namun Usamah bin Zaid benar menunjukkan kehebatannya.
Ia mampu membawa pasukan dalam peperangan, meredam gejolak, menumpas para pengkhianat, menyalurkan logistik, membagi ghanimah hanya dalam waktu 40 hari. Dan ingat! Dalam peperangan itu tidak ada satupun pasukan muslim yang gugur.
Ketika menjadi panglima perang, usianya saat itu baru menginjak 18 tahun, wajar jika sebelumnya para sahabat agak meragukan kepemimpinannya. Namun ia membuktikan, dialah panglima besar di usianya yang sangat muda.

Kemenangan Perang Usamah bin Zaid

Meski dijuluki sebagai panglima termuda di masa Rasulullah, Usamah dan pasukannya terus bergerak dengan cepat meninggalkan Madinah menuju perbatasan Syam, setelah melewati beberapa daearah yang masih tetap memeluk Islam, akhirnya mereka tiba di Wadilqura. Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah bernama Huraits.
Ia maju meninggalkan pasukan hingga tiba di Ubna, tempat yang mereka tuju. Setelah berhasil mendapatkan berita tentang keadaan daerah itu, dengan cepat ia kembali menemui Usamah. Huraits menyampaikan informasi bahwa penduduk Ubna belum mengetahui kedatangan mereka dan tidak bersiap-siap.
Ia mengusulkan agar pasukan secepatnya bergerak untuk melancarkan serangan sebelum mereka mempersiapkan diri. Usamah setuju. Dengan cepat mereka bergerak. Seperti yang direncputraan, pasukan Usamah berhasil mengalahkan lawannya. Hanya selama empat puluh hari, kemudian mereka kembali ke Madinah dengan sejumlah harta rampasan perang yang besar, dan tanpa jatuh korban seorang pun.
Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang. Sehingga, orang mengatakan, “Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid.”

Kecintaan Kaum Muslimin Kepada Usamah

Usamah bin Zaid sepanjang hidupnya berada di tempat terhormat dan dicintai kaum muslimin. Karena, dia senantiasa mengikuti sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan sempurna dan memuliakan pribadi Rasul.
Khalifah Umar bin Khattab pernah diprotes oleh putranya, Abdullah bin Umar, karena melebihkan jatah Usamah dari jatah Abdullah sebagai putra Khalifah. Kata Abdullah bin Umar, “Wahai Bapak! Bapak menjatahkan untuk Usamah empat ribu dinar, sedangkan kepada saya hanya tiga ribu dinar.
Padahal, jasa bapaknya agaknya tidak akan lebih banyak daripada jasa Bapak sendiri. Begitu pula pribadi Usamah, agaknya tidak ada keistimewaannya daripada saya. Jawab Khalifah Umar, “Bapaknya lebih disayangi Rasulullah daripada bapak kamu. Dan, pribadi Usamah lebih disayangi Rasulullah daripada dirimu.” Mendengar keterangan ayahnya, Abdullah bin Umar rela jatah Usamah lebih banyak daripada jatah yang diterimanya.
Apabila bertemu dengan Usamah, Umar menyapa dengan ucapan, “Marhaban bi amiri!” (Selamat, wahai komandanku?!). Jika ada orang yang heran dengan sapaan tersebut, Umar menjelaskan, “Rasulullah pernah mengangkat Usamah menjadi komandan saya.”
Usamah bin Zaid wafat tahun 53 H / 673 M pada masa pemerintahan khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu.



loading...
 
© 2010-2015 Harian Islam Agama Ku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam