IBX58B0693E37B6C

KONTAK SAYA

Facebook

TELUSURI

MULAI DARI SINI

Home Daftar Isi

Zaid bin Sunnah Al-Israilli, Pendeta Yahudi Pesaksi Kerasullan Muhammad SAW

rahmad noer


Zaid bin Sunnah Al-Israilli, pesaksi kerasulan Muhammad SAW

Islam Agamaku - Zaid bin Sunnah Al-Israilli adalah seorang pendeta yahudi yang telah menyaksikan tanda-tanda kenabian Rasullulloh Saw yang disebutkan dalam kitab Taurat  ada pada diri Rasullulloh. Ia menunggu kesempatan agar bisa melihat tanda kenabian yang ada pada Rasullulloh sehingga lengkap sudah apa yang dimuat dalam kitab Taurat.
Suatu saat ia melihat Nabi Saw keluar dari rumah istrinya diikuti Ali bin Abi Thalib. Seorang Badui mendatangi beliau, tetap masih diatas tunggangannya, sang Badui berkata: ” Wahai Rasullulloh, aku mempunyai beberap teman di Bani Fulan, aku pernah berkata kepada mereka bahwa mereka memeluk islam, rezeki akan melimpah, maka mereka pun memeluk islam. Sekarang ini mereka sedang mengalami musibah kemarau, kepayahan dan hujan tidak turun. Aku khawatir jika mereka terus dalam penderitaan ini, mereka akan meninggalkan islam sebagaimana dulu mereka bersemangat masuk islam. Jika engkau ingin mengirimkan bantuan untuk mengurangi penderitaan mereka, sebaiknya segeralah engkau lakukan.”
Nabi Saw menoleh kepada Ali bin Abi Thalibyang berada disampingnya, Ali mengerti isyarat itu dan berkata :” Wahai Rasululloh, tidak ada sesuatupun yang tersisa!”
Meliahat kondisi tersebut, munculah suatu rencana dibenak Zaid. Ia mendatangi Rasullulloh dan berkata, “ Wahai Muhammad, maukah engkau berhutang uang senilai kurma seberat sekian kepadaku, dengan syarat engkau akan memberikan hasil kurama dari kebun Bani Fulan seberat sekian, sampai masa tertentu?”
            Rasulluloh ternyata menyetujui tawaran tersebut akan tetapi tanpa syarat kebun Bani Fulan. Zaid mengeluarkan kantong uang dan mengeluarakan uangnya kemudian memberikan delapan puluh keping uang emas kepada Nabi Saw. Kemudian Rasullulloh memberikan uang tersebut kepada lelaki Badui dan bersabda : ” Berbuat adillah kamu kepada mereka, dan bantulah kesulitan mereka!”. Kemudian lelaki Badui itu menerimanya dan mengucapkan terimakasih.
            Dua atau tiga hari sebelum waktu yang belum ditentukan, Zaid melihat Rasululloh keluar bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman dan beberapa sahabat lainny. Setelah menyalati seorang jenazah, Beliau bersandar pada suatu dinding. Sesuai dengan yang direncanakannya Zaid mendekati Rasullulloh Saw dan menarik tempat bertemunya baju dan selendang di pundak Rasullulloh. Dengan wajah yang dibuat bengis, ia berkata : ” Hai Muhammad, apakah engkau tidak mau menunaikan hakku (pembayaran hutang)?Demi Alloh, aku tidak mengetahui mengenai Bani Abdul Munthalib melainkan mereka adalah orang-orang  yang suka menangguhkan pembayaran hutangnya. Sekarang aku mempunyai pengetahuan bagaimana mempergauli mereka.”
            Zaid memandang Umar RA, kedua mata Umar berputar bagaikan bintang karena marah. Ia melemparkan pandangannya kepada Zaid seraya berkata :” Kamu berani mengatakan kepada Rasulluloh apa yang barusan kudengar? Kamu berani memperbuat kepada Beliau apa yang barusan aku saksikan? Demi Dzat yang memegang nyawaku, kalau bukan karena sesuatu hal yang aku khawatirkan akan hilang, sudah pasti aku akan memenggal lehermu!”
Rasulluloh memandang Zaid dengan tenang dan sabar, lalu berkata,” Hai Umar, kami lebih membutuhkan selain kemarahanmu itu. Sebaiknya kamu menyarankan kepadaku untuk menunaikan atau membayar hutangnya  dengan baik dan kamu menyarankan kepadanya menagih dengan cara yang baik pula. Pergilah bersamanya Umar, lalu berikan haknya dan lebihkan pembayaan utangnya dengan duapuluh sha’ kurma sebagai ganti tindakanmu yang membuatnya takut.”
            Kemudian Umar pergi ketempat seperti yang diperintahkan Nabi Saw dan Zaid pergi mengikuti Umar. Setelah utang dibayar dengan jumlah kurma yang dijanjikan Umar menambahkan duapuluh sha’ lagi. Zaid bertanya ,” Apakah maksud tambahan ini, hai Umar?”.
“Rasulluloh memerintahkan kepadaku menambah duapuluh sha’ ini sebagai ganti tindakanku yang salah yang telah membuat dirimu takut.” Umar menjelaskan.
“Apakah engkau tidak mengenaliku wahai Umar.”tanya Zaid. Umar pun menggelengkan kepalanya karena tidak tahu. Zaid berkata lagi ,”aku adalah Zaid bin su’nah.”
            Umar tersentak kaget ,”Pendeta Yahudi itu?”, Zaid pun mengiyakannya. Umar bertanya kepada Zaid kenapa dia melakukan hal seperti itu kepada Rasulluloh. Zaid pun menjelaskan alasannya kenapa ia bertindak seperti itu. Hingga pada akhirnya Zaid dan Umar kembali menghadap ke Rasulullah, Zaid pun bersyahadat dan menyatakan keislamannya di hadapan beliau.


Cara Membuat Widget Random Post

Waikabubak Sumba

Cara Membuat Widget Random Post


Cara Membuat Random Post
Tips blogging kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana cara membuat widget random post, topik usang tapi masih banyak dicari oleh para newbie. Widget Random Post atau posting acak adalah satu dari sekian banyak pilihan widget yang bisa kita pasang di sidebar blog kita. Pada widget random post ini semua posting yang ada di blog, baik posting lama maupun postingan terbaru akan ditampilkan secara acak setiap kali kita membuka tab baru. Seperti apa cara membuat widget random post ini, ikuti langkah-langkahnya seperti dibawah ini :
  • Login ke dashboard blogger anda.
  • Pilih Rancangan >> Elemen Laman >> Tambah gadget (Add gadget) pilih HTML/JavaScript.
  • Copy script dibawah ini dan paste pada gadget yang baru dibuat tadi.

<script type="text/javascript"> var randarray = new Array();var l=0;var flag; var numofpost=10;function randomposts(json){ var total = parseInt(json.feed.openSearch$totalResults.$t,10); for(i=0;i < numofpost;){flag=0;randarray.length=numofpost;l=Math.floor(Math.random()*total);for(j in randarray){if(l==randarray[j]){ flag=1;}} if(flag==0&&l!=0){randarray[i++]=l;}}document.write('<ul>'); for(n in randarray){ var p=randarray[n];var entry=json.feed.entry[p-1]; for(k=0; k < entry.link.length; k++){if(entry.link[k].rel=='alternate'){var item = "<li>" + "<a href=" + entry.link[k].href + ">" + entry.title.$t + "</a> </li>"; document.write(item);}} }document.write('</ul>');} </script> <script src="/feeds/posts/default?alt=json-in-script&start-index=1&max-results=1000&callback=randomposts" type="text/javascript"></script>
  • Simpan dan preview hasilnya dengan mengklik Pratinjau.
  • Selesai
Dengan adanya widget random post ini maka setiap pengunjung blog anda juga dapat langsung melihat postingan apa saja yang ada di blog sobat. Tentunya dengan isi artikel post atau review berkualitas, supaya pembaca betah nongkrongin berbagai artikel anda. OK sobat, demikian langkah singkat cara membuat widget random post dari saya. Selamat mencoba untuk anda dan salam blogger.


Austria Mejemput Islam

rahmad noer

Islam Agamaku - "Bukan Islam yg datang ke Austria, melainkan Austria yg datang ke Islam. Lebih tepatnya, ke Bosnia," kata Vedran Dzihic & Thomas Schmidinger dalam Looming Shadows : Migration and Integration at a Time of Upheaval. Negeri ini memang lah mempunyai riwayat yg agak berlainan dibanding negara-negara Eropa lain.

Di Austria, pernyatan status Islam bukanlah hasil kerja imigran Muslim terhadap 1960-an & 1970-an, melainkan hasil dari jalinan bersejarah antara Austria & negara-negara Balkan, khususnya Bosnia-Herzegovina.(Baca juga : Cahaya Islam untuk Austria Terhambat Setelah Kekalahan Usmani)

Terhadap 1878, Kekaisaran Austria-Hongaria menduduki Bosnia & Herzegovina yg semula adalah salah satu propinsi Kekhalifahan Ottoman. Aneksasi wilayah ini dengan cara resmi berlangsung terhadap 1908. Utk mula-mula kalinya dalam peristiwa, Monarki Habsburg dihadapkan kepada tantangan mengintegrasikan banyaknya akbar Muslim ke wilayah mereka.

Satu Buah konvensi bersama pemerintahan Ottoman selanjutnya ditandatangani. Isinya, Kekaisaran Austria-Hongaria dapat menjamin kebebasan beragama dari teritori yg ditaklukkan.

Hukum Islam yg mula-mula kali dibuat kepada 1912 bertujuan mengintegrasikan ribuan Muslim yg dengan cara resmi berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Austria-Hongaria. Terhadap Pasal 1 dikatakan, "Islam dipercaya yang merupakan suatu populasi agama" & diberikan "perlindungan hukum yg sebagaimana yg diberikan terhadap populasi agama lain di Austria." Negeri berkewajiban melindungi tradisi istiadat, falsafah, & Instansi Islam di negeri itu.

Menurut Martina Schmied, "Islam in Osterreich" dalam Islam, Islamismus und islamischer Extremismus, hukum Islam 1912 itu setidaknya memberikan empat jaminan bagi Muslim Austria. Mula-mula, jaminan menjalankan aliran Islam di lingkungan publik (contohnya, falsafah Islam di sekolah-sekolah).

Ke-2, pendirian Instansi keislaman. Ke-3, penentuan administrasi buat masalah-masalah husus. Terakhir, hak mendapat perlakuan yg sama bersama Katolik Roma & anggota komune agama lain. (Baca juga : Loncatan Ekonomi Dongkrak Komunitas Islam Austria)

Perubahan geopolitik Pasca-Perang Dunia I mengubah lanskap negeri itu. Kekaisaran Austria-Hongaria pecah, menyisakan sedikit Muslim di negeri yg setelah itu dinamakan Austria. Kendati begitu, akhir monarki Austria-Hongaria kepada 1918 tak mengambil perubahan pada status pernyatan Islam.

Hukum yg sudah berumur satu abad ini diamandemen setahun silam. Menurut Menteri Luar Negara Austria Sebastian Kurz, langkah itu diambil sbg upaya buat mempromosikan Islam berkarakter Eropa & memerangi pertumbuhan Islam radikal.


Loncatan Ekonomi Dongkrak Komunitas Islam Austria

rahmad noer
 
Islam Agamaku - Republik Austria ialah negeri yang terkurung daratan di bagian Eropa Tengah. Dia berbatasan bersama Jerman, Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenis, Italia, & Swiss.

Laporan dari Kampus Wina tahun 2014 menyatakan, jumlah Muslim di Austria meningkat lebih dari 550 ribu atau tujuh prosen tahun 2012. Mayoritas Muslim Austria berasal dari Turki & Bosnia, ditambah etnis Chechnya & Iran.

Jumlah Muslim Austria pertama meningkat karena hasil dari loncatan ekonomi. Tahun 1960 sampai 1970-an, puluhan ribu pekerja migran berdatangan dari Balkan & Turki. Jumlah pelajar dari negara-negara Muslim pula meningkat di universitas-universitas Austria. Pengungsi dari Bosnia & Kosovo menyusul terhadap 1990-an.

Baru-baru ini, Austria pun menampung ribuan pencari suaka dari Suriah, Afghanistan, & Irak. Ada lagi, tambahan komune dari kelahiran imigran generasi ke-2 & ke-3 tahun 2000-an. Saat 2009, lebih kurang setengah dari Muslim di negeri itu berkewarganegaraan ori Austria. Angka konversi penduduk ori Austria pula disebut-sebut mengalami kenaikan.

Saat negara-negara lain di Eropa menghadapi derasnya gelombang migran Timur Tengah, Austria serta sama. Negera ini jadi trayek transit migran Timur Tengah yg mau menuju Jerman. Sejak Desember 2015 dulu, Austria bahkan mesti menanggung pengembalian migran tanpa izin dari Jerman.

Jalinan Muslim dgn Pemerintah Austria relatif landai. Negeri ini sudah memberikan pernyatan Islam yang merupakan salah satu agama resmi & menjamin kebebasan beragama. Ada beberapa ratus ruang ibadah & tempat ibadah di Austria. Permakaman Islam seluas 34 ribu kilo meter persegi dibangun kepada 2008.

Muslim di Austria diwakili oleh Islamic Faith Community of Austria (Islamische Glaubensgemeinschaft/IGGIÖ) yang didirikan sejak 1912. Organisasi ini menjalin jalinan pada pemerintahan.


Cahaya Islam untuk Austria Terhambat Setelah Kekalahan Usmani

rahmad noer
 
Islam Agamaku - Di lembah bukit Kahlenberg, Kara Musthafa Pasha mesti menelan kekalahan. Impiannya menebar cahaya Islam ke Austria mesti tertunda sejenak. Panglima Utsmani itu terpaksa memerintahkan mundur pasukan saat 12 September 1683 akibat serangan aliansi Eropa yg dipimpin Raja Polandia, Jan III Sobieski.

Sekarang, di Museum Vienna, Austria, potret sang panglima terpasang sendu. Rautnya penuh penyesalan. Histori itu telah berlalu lebih dari tiga abad silam, namun histori tidak sempat lupa mencatatnya.

Dikisahkan Walter Leitsch dalam "1683 : The Siege of Vienna", History Today 1983, kekalahan tentara Ottoman di Gerbang Wina dianggap salah satu awal kemerosotan Kekaisaran Ottoman. Seluruhnya berawal terhadap periode panas 1683. dibawah komando Kara Musthafa, tentara-tentara pilihan dari kekaisaran Ottoman mengepung Wina.

Kota ini sudah menjelang batas akhir kemampuannya melawan. Pengibaran bendera putih cuma soal disaat, hingga bala pertolongan tiba-tiba datang mengubah kondisi. Tiada buku histori di Eropa melewatkan histori ini.

Raja Polandia sekaligus kepala Komando Tentara Eropa itu mengambil lebih kurang 23 ribu tentara. Penguasa Ottoman mempunyai anggapan kekalahan Kara Musthafa merupakan aib, lantas menjatuhkan hukuman mati untuk panglima tinggi ini. Inilah catatan terakhir yg menghentikan ekspansi Islam Kekhalifahan Ottoman di tanah Eropa.


 
© 2010-2015 Harian Islam Agama Ku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam