KONTAK SAYA

Email Twitter Facebook

TELUSURI

GALERI FOTO

Kategori Arsip Daftar Isi

MULAI DARI SINI

Pelayanan Portfolio Pembayaran

Home » , » Zaid bin Sunnah Al-Israilli, Pendeta Yahudi Pesaksi Kerasullan Muhammad SAW

Zaid bin Sunnah Al-Israilli, Pendeta Yahudi Pesaksi Kerasullan Muhammad SAW

rahmad noer


Zaid bin Sunnah Al-Israilli, pesaksi kerasulan Muhammad SAW

Islam Agamaku - Zaid bin Sunnah Al-Israilli adalah seorang pendeta yahudi yang telah menyaksikan tanda-tanda kenabian Rasullulloh Saw yang disebutkan dalam kitab Taurat  ada pada diri Rasullulloh. Ia menunggu kesempatan agar bisa melihat tanda kenabian yang ada pada Rasullulloh sehingga lengkap sudah apa yang dimuat dalam kitab Taurat.
Suatu saat ia melihat Nabi Saw keluar dari rumah istrinya diikuti Ali bin Abi Thalib. Seorang Badui mendatangi beliau, tetap masih diatas tunggangannya, sang Badui berkata: ” Wahai Rasullulloh, aku mempunyai beberap teman di Bani Fulan, aku pernah berkata kepada mereka bahwa mereka memeluk islam, rezeki akan melimpah, maka mereka pun memeluk islam. Sekarang ini mereka sedang mengalami musibah kemarau, kepayahan dan hujan tidak turun. Aku khawatir jika mereka terus dalam penderitaan ini, mereka akan meninggalkan islam sebagaimana dulu mereka bersemangat masuk islam. Jika engkau ingin mengirimkan bantuan untuk mengurangi penderitaan mereka, sebaiknya segeralah engkau lakukan.”
Nabi Saw menoleh kepada Ali bin Abi Thalibyang berada disampingnya, Ali mengerti isyarat itu dan berkata :” Wahai Rasululloh, tidak ada sesuatupun yang tersisa!”
Meliahat kondisi tersebut, munculah suatu rencana dibenak Zaid. Ia mendatangi Rasullulloh dan berkata, “ Wahai Muhammad, maukah engkau berhutang uang senilai kurma seberat sekian kepadaku, dengan syarat engkau akan memberikan hasil kurama dari kebun Bani Fulan seberat sekian, sampai masa tertentu?”
            Rasulluloh ternyata menyetujui tawaran tersebut akan tetapi tanpa syarat kebun Bani Fulan. Zaid mengeluarkan kantong uang dan mengeluarakan uangnya kemudian memberikan delapan puluh keping uang emas kepada Nabi Saw. Kemudian Rasullulloh memberikan uang tersebut kepada lelaki Badui dan bersabda : ” Berbuat adillah kamu kepada mereka, dan bantulah kesulitan mereka!”. Kemudian lelaki Badui itu menerimanya dan mengucapkan terimakasih.
            Dua atau tiga hari sebelum waktu yang belum ditentukan, Zaid melihat Rasululloh keluar bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman dan beberapa sahabat lainny. Setelah menyalati seorang jenazah, Beliau bersandar pada suatu dinding. Sesuai dengan yang direncanakannya Zaid mendekati Rasullulloh Saw dan menarik tempat bertemunya baju dan selendang di pundak Rasullulloh. Dengan wajah yang dibuat bengis, ia berkata : ” Hai Muhammad, apakah engkau tidak mau menunaikan hakku (pembayaran hutang)?Demi Alloh, aku tidak mengetahui mengenai Bani Abdul Munthalib melainkan mereka adalah orang-orang  yang suka menangguhkan pembayaran hutangnya. Sekarang aku mempunyai pengetahuan bagaimana mempergauli mereka.”
            Zaid memandang Umar RA, kedua mata Umar berputar bagaikan bintang karena marah. Ia melemparkan pandangannya kepada Zaid seraya berkata :” Kamu berani mengatakan kepada Rasulluloh apa yang barusan kudengar? Kamu berani memperbuat kepada Beliau apa yang barusan aku saksikan? Demi Dzat yang memegang nyawaku, kalau bukan karena sesuatu hal yang aku khawatirkan akan hilang, sudah pasti aku akan memenggal lehermu!”
           

Rasulluloh memandang Zaid dengan tenang dan sabar, lalu berkata,” Hai Umar, kami lebih membutuhkan selain kemarahanmu itu. Sebaiknya kamu menyarankan kepadaku untuk menunaikan atau membayar hutangnya  dengan baik dan kamu menyarankan kepadanya menagih dengan cara yang baik pula. Pergilah bersamanya Umar, lalu berikan haknya dan lebihkan pembayaan utangnya dengan duapuluh sha’ kurma sebagai ganti tindakanmu yang membuatnya takut.”
            Kemudian Umar pergi ketempat seperti yang diperintahkan Nabi Saw dan Zaid pergi mengikuti Umar. Setelah utang dibayar dengan jumlah kurma yang dijanjikan Umar menambahkan duapuluh sha’ lagi. Zaid bertanya ,” Apakah maksud tambahan ini, hai Umar?”.
“Rasulluloh memerintahkan kepadaku menambah duapuluh sha’ ini sebagai ganti tindakanku yang salah yang telah membuat dirimu takut.” Umar menjelaskan.
“Apakah engkau tidak mengenaliku wahai Umar.”tanya Zaid. Umar pun menggelengkan kepalanya karena tidak tahu. Zaid berkata lagi ,”aku adalah Zaid bin su’nah.”
            Umar tersentak kaget ,”Pendeta Yahudi itu?”, Zaid pun mengiyakannya. Umar bertanya kepada Zaid kenapa dia melakukan hal seperti itu kepada Rasulluloh. Zaid pun menjelaskan alasannya kenapa ia bertindak seperti itu. Hingga pada akhirnya Zaid dan Umar kembali menghadap ke Rasulullah, Zaid pun bersyahadat dan menyatakan keislamannya di hadapan beliau.


0 Saran Dan Kritik:

Poskan Komentar

Entri Populer

 
© 2010-2015 Islam Agamaku
Desain by OTIN | Islam Agamaku | Powered by Harian Islam